UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DORONG TERBENTUKNYA
FORUM MASYARAKAT LITERASI KOTA MEDAN

Parlindungan Purba SH MM Ketua Yayasan Sari Mutiara mengharapkan agar Universitas Sari Mutiara Indonesia berperan aktif dalam pengembangan gerakan literasi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat mengadakan pertemuan dengan Kepala Dinas Perpustakaan Sumut, Ferlin Nainggolan, Kepala Prodi Ilmu Perpustakaan USM Indonesia Dr.Irawaty A.Kahar, M.Pd. Rinawati Sembiring, M.Kes Wakil Rektor IV.

“Keikutsertaan aktif USM Indonesia dalam mendukung gerakan literasi ini sangat penting. Sebab, melalui gerakan literasi, masyarakat diharapkan akan menjadi warga yang menggunakan informasi secara bertanggungjawab dan cerdas. Gerakan literasi bertujuanagar masyarakat lebih cerdas dan semakin mampu mengelola dan menggunakan informasi untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari di masa depan,” ujar Parlindungan Purba.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo, Kamis (14/9/2017) siang, meresmikan gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Jokowi berpendapat, dengan gedung baru ini, pemerintah akan semakin semangat meningkatkan minat baca masyarakat. Semetara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Sumut, Ferlin Nainggolan mengatakan bahwa Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Erry Nuradi sudah mendeklarasikan Sumatera Utara sebagai provinsi literasi di Halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Jalan Brigjen Katamso Medan, Sabtu (20/5) yang lalu. Deklarasi bertepatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei ditandai dengan pembacaan maklumat dan pemukulan Gordang Sembilan. Sumut menjadi provinsi keempat yang mencanangkan sebagai provinsi literasi setelah DKI Jakarta, Riau dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Dicanangkannya Sumut sebagai Provinsi Literasi oleh Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi dan Kemenristek Dikti, M. Nasir, pihaknya langsung menyahuti dengan menggelar berbagai kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut dibuat melalui kerjasama dengan berbagai komunitas, kabupaten/kota, Forum Masyarakat Literasi Sumut hingga para pegiat literasi. Dukungan terhadap gerakan literasi ini penting. Sebab, gerakan literasi tujuannya agar masyarakat lebih cerdas dan semakin mampu mengelola dan mensintesa informasi untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari di masa depan,” ujar Ferlin Nainggolan.
Sementera itu Parlindungan Purba menyampaikan bahwa Universitas Sari Mutiara Indonesia akan berpartisipasi aktif dalam mendorong terbentuknya Forum Masyarakat Literasi Kota Medan. Melalui Forum Masyarakat Literasi Kota Medan, USM Indoensia bisa menggiatkan gerakan literasi dalam kehidupan masyarakat dengan berbagai kegiatan yang bertujuan agar masyarakat menjadi lebih maju dan mampu menciptakan peradaban baru yang lebih baik.
“Semoga gerakan literasi ini dapat kembali menggairahkan minat membaca masyarakat, khsususnya Kota Medan, jelas Parlindungan Kepala Prodi Ilmu Perpustakaan USM Indonesia Dr.Irawaty A.Kahar mengatakan bahwa salah satu cara menggerakkan kegiatan literasi adalah melalui penyediaan perpustakaan di daerah-daerah. Cukup lama sebagian besar masyarakat Indonesia dan juga pemerintah belum memberi perhatian yang serius dalam membangun dan mengembangkan perpusatakaan.
“Seiring dengan perjalanan waktu nampaknya telah ada kesadaran dan perhatian pemerintah maupun Dikti terhadap pengembangan perpustakaan dan jurusan ilmu perpustakaan. Hal itu tampak dengan keluarnya Undang-undang RI No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan yang mewajibkan di setiap Instansi harus memiliki perpustakaan dan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi yang mengglobal saat ini, jelas Bu Ira.
“Jika dulu rumpun ilmu perpustakaan masuk ke dalam rumpun ilmu terapan, pada tahun 2016 diusulkan oleh APTIPI (Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia) ke DIKTI rumpun ilmu perpustakaan menjadi Sains Perpustakaan, dan Informasi, dengan nomenklatur gelar lulusan adalah S.S.I. (sarjana Sains Informasi), Mater S.I, dan Doktor S.I. Usulan ini. telah disetujui oleh DIKTI dan segera akan dikeluarkan. Atas perubahan rumpun ilmu perpustakaan, dan gelar lulusan, menjadikan alumni Sains Informasi yang sangat dibutuhkan saat ini. Semoga perubahan ini juga akan merubah image dan minat masyarakat terhadap Prodi Ilmu Perpustakaan pada masa yang akan datang. Demikian juga perubahan akan terjadi pada profil lulusan Prodi, jika dulu profil Prodi ilmu perpustakaan sebagai pustakawan yg bekerja di perpustakaan, sekarang profil dapat disesuaikan dengan peran lulusan nantinya pada dunia kerja saat ini. Sebagai contoh profil lulusan Prodi Sains Perpustakaan dan Informasi masa kini, Knowledge organizer (pengorganisasian pengetahuan), (2) Information specialist, (3) Information Manager, (4) IT-based Knowledge worker (pekerja berbasis pengetahuan IT), dan lain-lain, “ jelas Bu Ira.
Lebih jauh Ibu Ira menjelaskan bahwa masih ada permasalahan yang terkait dengan dengan keluarnya Undang-undang RI No. 43 tahun 2007. Di satu sisi Pemerintah Daerah di tuntut mendirikan dan mengembangkan perpustakaan di daerahnya, namun di sisi lain, tidak terdapat singkronisasi antara tuntutan Undang-Undang tersebut dengan ketersediaan Sumber Daya termasuk sumber pendaan dan SDM yang tersedia sehingga akan bermuara pada dilema yang saat ini belum terselesaikan.
“Untuk itu kita mengharapkan pemeritah daerah melalui APBD bisa memberi perhatian dan dukungan untuk pembangunan perpusatakaan dan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di bidang pengelolaan perpustakaan. Dulu memang masyarakat memandang lulusan bidang ilmu perpustakaan hanyalah sekadar penjaga buku. Akibatnya minat orang tua maupun calon mahasiswa boleh dikatakan kurang terhadap jurusan ilmu perpustakaan pada perguruan tinggi dibanding dengan jurusan lainnya. Tapi sekarang profil lulusan Prodi Ilmu Perpustakaan menjadi lebih luas disesuaikan dengan peran lulusan dalam dunia kerja” jelas Ibu Ira.
Kepala Dinas Perpustakaan Sumut, Ferlin Nainggolan mengundang Mahasiswa Universitas Sari Mutiara Indonesia ambil bagian dalam puncak Festival Literasi Sumatera Utara (FLSU) pada 18 Oktober 2017 yang dilaksanakan oleh Forum Masyarakat Literasi Sumatera Utara dengan dukungan yang kuat dari program CSR PT Dow Indonesia. FLSU akan diisi kegiatan workshop penulisan cerita fiksi, seminar literasi, pelatihan pembuatan big book bagi guru sekolah dasar, dan aksi masal membaca menggunakan big book. Rencananya aksi ini akan dicatat Museum Rekor Indonesia – Dunia (MURI) sebagai rekor baru di Indonesia. Untuk kegiatan ini, Ketua Yayasan Sari Mutiara Parlindungan Purba akan mengirimkan 200 orang mahasiswa untuk ambil bagian dalam Festival Literasi Sumatera Utara.

 

Sumber:https://www.facebook.com/deddi.sumutpos/posts/1474533612630888

LEAVE A REPLY