5 Herbal dan Rempah-rempah yang Bantu Obati Pencernaan

0
63
Jintan merupakan rempah-rempah yang diyakini dapat menjadi salah satu obat 
pencernaan. (iStockphoto/Bhofack2)

CNN Indonesia | Senin, 26/04/2021 06:21 WIB

Jakarta, CNN Indonesia —

Herbal dan rempah-rempah telah dikenal membuat masakan terasa lebih enak. Namun di balik itu, bumbu dapur juga merupakan sumber yang kaya untuk pengobatan untuk meredakan sakit perut atau meningkatkan pencernaan yang sehat.

Ahli gizi kesehatan usus di California, Amanda Sauceda, meembagikan rekomendasi lima rempah-rempah dan herbal untuk pencernaan agar lebih sering menjadi bagian dalam makanan Anda.

Berikut 5 herbal dan rempah-rempah yang bisa jadi obat pencernaan, seperti dilansir Livestrong.

1. Jahe

Anda mungkin pernah menyesap ginger ale atau teh jahe untuk sakit perut. Ramuan kuno ini telah digunakan selama berabad-abad sebagai penawar tradisional untuk keluhan saluran cerna.

Menurut Sauceda, jahe dianggap antiemetik, artinya membantu mengatasi mual dan muntah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ramuan tersebut bahkan dapat berfungsi sebagai pengobatan yang aman dan efektif untuk mual selama kehamilan dan kemoterapi, menurut makalah Maret 2016 di Integrative Medicine Insights.

Laporan yang sama mencatat bahwa jahe juga dapat membantu meredakan gejala lain seperti gangguan pencernaan dan nyeri perut kembung.

2. Kunyit

Raw organic famous and essential spice i.e. Turmeric or haldi or Curcuma or Curcuma, saffron des Indes in a clay bowl along with its powder on brown colored wooden surface.

Kunyit menjadi salah satu rempah-rempah yang dapat menjadi obat pencernaan. 
(iStockphoto/ Mirzamlk)

Dikenal karena sifat anti-inflamasi, Sauceda mengatakan bahwa kunyit berpotensi membantu masalah pencernaan.

Kunyit terbukti bermanfaat sebagai perawatan pelengkap untuk penyakit usus seperti penyakit radang usus (IBD) dan sindrom iritasi usus besar (IBS), menurut makalah Januari 2019 di Current Gastroenterology Reports.

“Ada juga penelitian yang muncul bahwa kurkumin, komponen utama kunyit, dapat membantu memperbaiki disbiosis mikrobioma usus, yang merupakan ketidakseimbangan bakteri usus,” kata Sauceda.

3. Jintan

“Bumbu dengan rasa ‘smoky’ ini telah dikaitkan dengan membantu memperbaiki gejala IBS,” kata Sauceda.

Faktanya, penggunaan minyak esensial jintan dapat secara signifikan mengurangi sakit perut dan kembung serta meningkatkan konsistensi tinja dan frekuensi buang air besar pada orang dengan IBS, menurut sebuah studi kecil pada Oktober 2013 di Middle East Journal of Digestive Diseases.

4. Biji Adas

Mengunyah biji adas telah lama digunakan sebagai alat bantu pencernaan setelah makan malam, kata Sauceda.

Itu karena ramuan rasa licorice dapat membantu mengatur motilitas otot polos usus dan mengurangi gas, menurut ulasan Agustus 2014 di BioMed Research International.

Ditambah, flavonoid dan senyawa fenolik yang ditemukan dalam adas, berlimpah antioksidan dan menunjukkan manfaat anti-inflamasi

5. Mint

Raw organic famous and essential spice i.e. Turmeric or haldi or Curcuma or Curcuma, saffron des Indes in a clay bowl along with its powder on brown colored wooden surface.

Daun mint menjadi salah satu herbal yang dapat menjadi obat pencernaan. 
(iStockphoto/Mirzamlk)

Menurut Sauceda, mint dapat membantu perut kembung dan mendukung pencernaan – itulah mengapa minyak peppermint adalah obat umum untuk orang dengan masalah pencernaan, terutama IBS.

“Diperkirakan bekerja dengan membantu relaksasi otot polos, menurunkan sensitivitas viseral, yang dapat membantu meredakan nyeri, dan bertindak sebagai antimikroba/antijamur,” jelasnya.

(agn)

 

 

sumber:https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210422153834-260-633477/5-herbal-dan-rempah-rempah-yang-bantu-obati-pencernaan

LEAVE A REPLY