Sering menunda makan pagi, tidur tak cukup, olahraga tak teratur adalah beberapa faktor yang mesti dihindari jika tak ingin kena diabetes. (Foto: Thinkstock/Maya23K)

Jakarta, CNN Indonesia — Diabetes masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7 persen, setelah stroke (21,1%), dan penyakit jantung koroner (12,9%). Berdasarkan data International Diabetes Federation pada 2015, jumlah estimasi penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan 10 juta.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas (kelenjar ludah perut) tidak memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tidak secara efektif menggunakan insulin.

Diabetes biasa ditandai dengan kadar gula darah tinggi atau di atas normal. Kadar gula darah normal pada tubuh, yakni sebelum makan antara 70-130 mg/dL. Dua jam setelah makan, kurang dari 180 mg/dL. Setelah tidak makan atau berpuasa selama setidaknya delapan jam kurang dari 100 mg/dL.

Namun, dengan gaya hidup sehat, diet dan olahraga teratur, seseorang dapat mengontrol kadar gula darah dan mencegah kena diabetes. Khususnya, pada peringatan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada 14 November, publik kembali diajak untuk menerapkan gaya hidup sehat ini.

Apa yang bisa dilakukan? Dilansir dari Indian Express, Dr S K Wangnoo, konsultan senior endrokrinologi Rumah Sakit Indraprastha Apollo, New Delhi memberi bocoran akan delapan langkah yang bisa dilakukan:

1. Cek sejarah diabetes keluarga

Apakah ada anggota keluarga yang terkena diabetes atau lingkungan yang menjadi pemicu penyakit ini, termasuk sejarah obesitas? Diabetes tipe 2 erat kaitannya dengan sejarah penyakit keluarga dibanding tipe 1. Oleh karenanya, dengan diagnosis yang tepat dan sejak dini, akan membuat tubuh lebih bisa dijaga.

2. Ubah kebiasaan jelek

Kebiasan-kebiasan jelek seperti konsumsi makanan cepat saji atau makanan tak sehat ada baiknya dihindari karena berisiko diabetes. Begitu juga kebiasaan duduk lama yang turut jadi penyebab. Dengan mengubah gaya hidup tak sehat dan bergerak lebih banyak akan mencegah diabetes tipe 2.

3. Obesitas

Berat badan berlebih memberi kemungkinan lebih besar terkena diabetes. Seperti anjuran dokter, cobalah memiliki berat badan ideal, dengan Body Mass Index (BMI) kurang dari 22,9 kg/meter (untuk tinggi 175cm, berat 70kg), dan lingkar pinggang kurang dari 90 cm bagi pria, dan 80 cm bagi perempuan.

4. Kebiasaan makan dan diet seimbang

Ini termasuk makan di waktu yang tepat, agar seimbang karbohidrat, lemak dan protein. Jangan biarkan perut kosong terlalu lama tanpa ada asupan makanan penting. Sebuah studi kesehatan menunjukkan bahwa orang yang kerap melewatkan sarapan berisiko kena diabetes.

5. Olahraga teratur

Dengan jalan santai atau yoga, biasakan tubuh berolahraga setidaknya 30 sampai 45 menit setiap hari. Kebiasaan baik ini akan memberi kontribusi positif dalam mencegah diabetes.

6. Tidur cukup

Tak hanya makanan dan olahraga, tapi istirahat yang cukup juga tak kalah pentingnya. Tidur selama 7-8 jam sehari adalah keharusan dalam membuat tubuh tetap terjaga kesehatannya. Tidur larut malam dan atau jelang pagi juga berisiko kena diabetes dan hipertensi.

7. Atasi stres

Beban pikiran berlebih atau stres bisa jadi pemicu berbagai penyakit, termasuk diabetes. Dengan kelebihan beban pekerjaan dan kurang rekreasi membuat tubuh berisiko kena diabetes.

8. Rutin cek kesehatan

Mencegah lebih baik dari mengobati, oleh karenanya dianjurkan untuk monitoring kadar gula darah rutin. Cek kesehatan rutin ke dokter menjadi keharusan. (rah)

Sumber:https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20171114120159-255-255499/8-langkah-buat-kontrol-gula-darah-dan-cegah-diabetes/

LEAVE A REPLY