Ilustrasi (Foto: ThinkStock/kitzcorner)

Jakarta, CNN Indonesia — Setiap orang memiliki masalah dan setiap orang juga mempunyai caranya masing-masing dalam menghadapi masalahnya. Ada yang mengalihkan masalah dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan, ada yang meminta orang lain untuk membantu menyelesaikan masalahnya, dan ada pula yang menyimpan masalahnya sendirian.

Saya pernah mengikuti program magang di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Dari 20 pasien yang saya wawancarai, 18 pasien di antaranya mengatakan bahwa mereka tidak suka menceritakan masalahnya kepada orang lain. Masalah tersebut hanya mereka pendam sendiri. Alasannya, karena mereka tidak ingin menambah beban orang lain atas masalah yang mereka ceritakan, dan mereka merasa orang-orang terdekat mereka sedang sibuk, sehingga kemungkinan tidak akan ada waktu untuk mendengarkan keluh kesah mereka.

Hal tersebut ternyata memberikan dampak yang buruk bagi mereka. Memendam masalah dalam waktu yang lama pada akhirnya membuat mereka kehilangan kontrol diri. Perlahan mereka melakukan hal-hal di luar kesadaran mereka. Lalu, muncul gejala-gejala gangguan jiwa, seperti halusinasi, kesedihan yang berlebihan, atau perubahan mood yang drastis.

Awalnya mereka berpikir bahwa memendam masalah sendirian bukanlah hal yang membahayakan. Namun ternyata mereka keliru.

Kita adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa bertahan hidup tanpa adanya peran orang lain, terutama saat kita sedang berada dalam keadaan penuh tekanan. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk bicara. Tidak ada salahnya menceritakan masalah yang sedang kita hadapi kepada orang lain atau meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah kita. Meskipun tidak akan selalu membuahkan solusi, tapi setidaknya hal itu dapat sedikit banyaknya mengurangi beban kita.

Kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental masih rendah. Sehingga saat ada gejala gangguan jiwa yang muncul, mereka tidak langsung memeriksakan diri ke psikiater atau psikolog. Hal ini juga yang menjadi alasan mengapa memendam masalah sendirian merupakan hal yang berbahaya.

Apabila kita menceritakan masalah yang kita alami atau gejala psikologis yang kita rasakan kepada orang lain, maka setidaknya kita telah melakukan upaya pencegahan. Deteksi dini menjadi hal yang sangat penting, karena seperti halnya penyakit fisik, penyakit mental pun akan membutuhkan usaha yang lebih banyak dalam proses penyembuhan apabila gangguan jiwa yang dialami sudah masuk ke tahap yang parah.

Salah satu hal yang menghambat masyarakat untuk melakukan deteksi dini, adalah stigma yang ada tentang gangguan jiwa. Masih banyak yang menganggap bahwa gangguan jiwa adalah sesuatu yang memalukan, sehingga ada perasaan malu saat mendatangi psikiater atau psikolog. Apalagi ketika gejala gangguan jiwa belum terlihat parah.

Untuk mengatasi hal tersebut, kini telah ada salah satu jenis pelayanan psikologi online yang bernama TanyaPsikologi. TanyaPsikologi adalah sosial projek berbasis media sosial yang memfasilitasi masyarakat yang ingin mengetahui apapun tentang psikologi dan yang membutuhkan teman untuk bercerita. Tujuannya adalah untuk membatu mencapai salah satu Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu Good Health and Well-being.

TanyaPsikologi menyediakan dua pelayanan, yaitu Mau Tahu Dong dan Mau Cerita Dong. Mau Tahu Dong adalah bentuk psikoedukasi kepada masyarakat dengan memberikan jawaban atas pertanyaan mereka tentang psikologi dan membagi informasi harian terkait psikologi. Sedangkan Mau Cerita Dong adalah upaya untuk meringankan beban bagi mereka yang memiliki masalah dan membutuhkan teman untuk bercerita dengan menjadi pendengar yang baik untuk mereka.

Pelayanan diberikan secara profesional sesuai dengan kode etik psikologi yang berlaku oleh para sarjana psikologi yang memiliki motivasi untuk berbagi pengetahuan dan membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalahnya melalui ilmu psikologi yang dimiliki. Untuk masyarakat yang membutuhkan intervensi klinis, TanyaPsikologi akan memberikan rekomendasi tempat pelayanan psikologi yang ada di lingkungan terdekat.

Untuk mengakses TanyaPsikologi, dapat mengunjungi akun instagram @tanyapsikologi. TanyaPsikologi merupakan solusi praktis untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan deteksi dini.

Sehingga, saat ini tidak ada alasan lagi untuk membiarkan diri kita tenggelam sendirian dalam masalah yang kita hadapi, apalagi kalau kita merupakan pengguna media sosial. Kebahagiaan itu terlahir dari mental yang sehat. Jadi yuk selamatkan mental kita mulai dari sekarang! (ded/ded)

Sumber:https://student.cnnindonesia.com/keluarga/20171212105717-436-261765/jangan-pendam-masalahmu-sendirian

LEAVE A REPLY