Seorang perempuan menggendong bayi sambil membawa kelambu nyamuk untuk pencegahan malaria di Ajah, distrik Eti Osa Timur Lagos, Nigeria, 21 April 2016. (Foto: dok).

Organisisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kemajuan signifikan yang dicapai dalam usaha memberantas malaria dalam beberapa puluh tahun terakhir berisiko mengalami kemandekan.

Dalam laporan tahunannya terkait malaria, WHO mengatakan, jumlah kasus penyakit tersebut mengalami peningkatan di beberapa negara. Meski demikian, di banyak negara lain, termasuk Madagaskar, Senegal dan Zimbabwe, malaria hampir berhasil diberantas.

Laporan yang dirilis Rabu itu memperingatkan, di sejumlah negara lain, kemajuan dalam usaha memerangi malaria mengalami kemandekan. Jumlah kasus malaria, menurut WHO, dilaporkan meningkat lebih dari 20 persen di delapan negara Afrika, termasuk Rwanda, Nigeria dan Republik Demokratik Kongo.

Menurut David Conway dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, salah satu alasan terhambatnya kemajuan dalam memerangi malaria adalah keterbatasan dana. Pada tahun 2016, dana yang diperoleh untuk memerangi penyakit itu diketahui hanya 2,7 miliar dolar, kurang dari setengah target yang ditetapkan untuk tahun 2020.

WHO menyerukan adanya investasi baru dalam mengatasi malaria, termasuk pengadaan vaksin yang efektif.

WHO menyatakan Afrika masih tercatat sebagai benua yang paling parah dilanda malaria. Pada tahun 2016, ada 401 ribu kematian terkait malaria di sana. [ab/uh]

Sumber:https://www.voaindonesia.com/a/kemajuan-dalam-perang-melawan-malaria-berisiko-terhambat-karena-dana/4141557.html

LEAVE A REPLY