Dokter spesialis penyakit dalam mengungkapkan predikat ‘basah’ dan ‘kering’ disematkan berkat efek yang ditimbulkan pada luka, tapi itu bukanlah tipe diabetes. (Foto: REUTERS/Beawiharta)

Jakarta, CNN Indonesia — Mereka dengan kadar gula darah menyentuh angka 200 divonis menderita diabetes. Selama ini masyarakat mengenal dua jenis diabetes, yakni diabetes basah dan diabetes kering.

Predikat ‘basah’ dan ‘kering’ disematkan berkat efek yang ditimbulkan pada luka. Namun, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik dan diabetes Rumah Sakit Pondok Indah, Wismandari Wisnu mengatakan keduanya sama-sama luka yang dialami penderita diabetes, tapi basah dan kering bukanlah tipe diabetes.

“Penderita diabetes kemudian timbul luka memang cenderung basah, tapi yang kering juga merupakan luka,” katanya saat diskusi media di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (7/11).

Mengapa ada luka basah dan luka kering?

Wismandari menjelaskan, ada gangguan vaskular atau aliran pembuluh darah pada penderita diabetes. Saat terjadi luka, aliran darah menjadi terpusat pada titik lokasi luka. Pada luka basah, aliran darah masih memungkinkan terjadi, tapi pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah tidak benar-benar sampai tujuan. Akibatnya, penyembuhan luka menjadi sulit, luka menjadi basah dan bernanah.

“Operasi jadi jalan keluar untuk membuang jaringan mati sampai muncul daerah sehat yang ditandai dengan warna merah,” lanjutnya.

Sedangkan pada luka kering ditandai dengan kulit yang menghitam dan kering tanpa luka. Wismandari berkata, hal ini disebabkan aliran darah yang ke arah luka menyempit bahkan tidak ada aliran darah sama sekali. Akibatnya, terdapat jaringan yang mati.

“Jaringannya sudah mati, jadi harus dibuang sesuai luasnya luka, bisa juga amputasi,” tambahnya.

Sementara itu, Wismandari menambahkan, di dunia kesehatan, hanya dikenal empat tipe diabetes, yakni diabetes tipe 1, tipe 2, diabetes gestasional dan tipe lain. Diabetes gestasional bisa terjadi pada ibu hamil, tapi gula darah akan turun seusai melahirkan.

“Tipe lain ini diabetes yang tipenya tidak masuk di tiga jenis diabetes lain. Faktornya ada banyak, misal seseorang sakit lupus dan mengharuskan ia minum obat teroid. Obat ini memang bakal menaikkan gula darah,” jelasnya. (rah)

Sumber:https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20171109201709-255-254675/mengenal-beda-diabetes-basah-dan-kering/

LEAVE A REPLY