Blog Page 50

MA India Didesak Kembali Izinkan Olahraga Kalahkan Banteng

0
Jallikattu atau olahraga tradisional mengalahkan banteng liar, di Palamedu, India (foto: ilustrasi).

 

Puluhan ribu warga India hari Minggu (22/1) menuntut agar olahraga tradisional mengalahkan banteng liar diperbolehkan diadakan kembali di negara itu.

Meskipun dilarang oleh mahkamah agung India, olahraga tradisional mengalahkan banteng liar hari Minggu (22/1) tetap dilangsungkan di beberapa daerah di bagian selatan negara itu. Bahkan puluhan ribu orang menuntut agar olahraga itu diperbolehkan diadakan kembali.

Pemerintah negara bagian Tamil Nadu hari Sabtu (21/1) telah mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengizinkan dilangsungkannya kontes Jallikattu hari Minggu.

Perintah eksekutif itu mengabaikan perintah Mahkamah Agung tahun 2014 yang melarang “olahraga” itu karena merupakan tindakan kejam terhadap hewan. Perintah itu hanya akan berlaku enam bulan dan kelompok-kelompok aktivis perlindungan hewan bisa mengajukan banding lagi ke pengadilan.

“Olahraga” – yang diadakan pada festival panen musim dingin atau “Pongal” dan berlangsung empat hari – sangat terkenal di Tamil Nadu, dan sejumlah besar warga sejak hari Selasa (17/1) telah menggelar protes di pantai Chennai menuntut diijinkannya penyelenggaraan olahraga itu.

Jallikattu dimulai dengan melepaskan seekor banteng ke arah kerumunan massa yang berupaya menangkap dan menaikinya. Aktivis-aktivis perlindungan hewan mengatakan olahraga itu sangat kejam karena massa yang berusaha menaiki banteng itu seringkali menggosokkan merica ke mata banteng dan menarik ekor banteng hingga putus.

Larangan itu telah membangkitkan emosi, terlebih setelah beberapa aktor dan bintang olahraga Tamil ikut menuntut supaya olahraga itu diijinkan dilangsungkan lagi sebagai simbol kebudayaan Tamil. [em/ii]

 

Sumber:http://www.voaindonesia.com/a/ma-india-didesak-izinkan-olahraga-kalahkan-banteng-/3687611.html

Brazil Selidiki Puluhan Dugaan Kasus Demam Kuning

0
Biomedical Sciences Institute di Universitas Sao Paulo, Brazil melakukan penelitian demam kuning akibat gigitan nyamuk (foto: ilustrasi).

 

Pusat wabah demam kuning terletak di negara bagian Minas Gerais setelah laporan awal tentang delapan orang tewas akibat demam itu.

Kementerian Kesehatan Brazil mengatakan telah mengukuhkan 47 penderita demam kuning, dan 25 kematian terkait penyakit itu. Ditambahkan, pihaknya masih menyelidiki lebih dari 160 dugaan kasus penyakit akibat gigitan nyamuk itu.

Pusat wabah itu terletak di negara bagian Minas Gerais, di mana setelah laporan pendahuluan tentang delapan kematian yang diduga akibat demam kuning, dan gubernur setempat mengumumkan keadaan darurat. .

Pemerintah mengatakan telah mengirim dua juta dosis vaksin tambahan untuk melawan penyakit di Minas Gerais itu. Ditambahkan, pekan ini ratusan ribu dosis lagi akan dikirim ke negara bagian itu dan juga ke Espirito Santo yang terletak di dekatnya.

Tahun lalu Brazil hanya mengumumkan tujuh kasus demam kuning.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Amerika CDC mengatakan penyakit kuning bisa menimbulkan demam, rasa menggigil, sakit kepala yang sangat parah, nyeri, mual dan muntah. [em/ii]

 

 

Sumber: http://www.voaindonesia.com/a/brazil-selidiki-kasus-demam-kuning-/3687624.html

Robot Sinar Ultraviolet Berantas Bakteri RS

0
Seorang petugas medis menunjukkan mikroba mematikan MRSA, superbug yang kebal dan tidak bisa dibunuh dengan antibiotik biasa, di Berlin, 1 Maret 2008.

Sebuah studi baru menunjukkan kamar-kamar rumah sakit yang dipenuhi dengan sinar ultraviolet bisa memberantas superbug kebal obat yang mengancam kesehatan para pasien. Sinar UV itu dipancarkan oleh “robot-robot” yang memasuki kamar setelah seorang pasien keluar, dan sebelum pasien berikutnya masuk.

Sinar ultraviolet C, atau UVC, yang dihidupkan selama setengah jam, bisa mengurangi bakteri kebal obat sebanyak 30 persen di kamar-kamar rumah sakit, menurut sebuah studi oleh para periset dari Universitas Duke.

Rumah sakit adalah sumber utama bakteri kebal obat. Karena itu, sebelum pasien berikutnya masuk kamar, petugas RS membersihkan kamar dari lantai sampai langit-langit dengan bahan kimia untuk menghapuskan jejak-jejak bakteri yang mungkin tertinggal oleh pasien yang sakit. Menambahkan perangkat UVC ke dalam proses pembersihan ini, bisa membuat hasilnya lebih efektif.

Superbug adalah kekhawatiran yang paling serius. Mereka adalah mikroba kebal obat yang bisa hidup di permukaan-permukaan rata, dan berpotensi menginfeksi pasien berikutnya.

Seringkali mikroba mematikan seperti MRSA, yang merupakan singkatan dari methicillin-resistant Staphylococcus aeurus atau Staphylococcus kebal methicillin, tidak bisa dibunuh dengan antibiotik standar, sehingga sangat sulit untuk mengobati pasien-pasien yang terinfeksi.

Direktur Duke Center urusan Antimikroba dan Pencegahan Infeksi, Deverick Anderson, memimpin studi yang diterbitkan dalam jurnal Lancet.

Salah satu manfaat utama sinar UV, menurut Anderson, adalah sinar itu memantul dari semua permukaan rata.

“Kami tidak hanya memusnahkan bakteri yang terdapat di atas meja misalnya, tapi juga mematikan bakteri apapun yang mungkin terdapat di permukaan lain yang terkena pantulan sinar UV. Kami bisa mencapai segala sudut dan celah kamar RS menggunakan cara ini.”

Dalam studi yang dilakukan di sembilan RS AS itu, termasuk fasilitas-fasilitas perawatan lain dan puskesmas, para periset membandingkan keefektifan penggunaan UVC dengan bahan kimia berbeda atau hanya satu bahan pembersih saja.

Mereka mendapati strategi pembersihan, menggunakan robot yang dikombinasikan dengan penggunaan bahan pembersih bernama quaternary ammonium, paling efektif melawan MRSA.

Anderson mengatakan UVC membunuh bakteri yang terkena sinar ultra violet itu.

“Sinar UVC itu memasuki DNA, mengusik DNA, dan membunuh bakteri,” ujarnya.

Anderson mengatakan sinar itu tidak berbahaya bagi manusia, tidak seperti jenis-jenis sinar UV yang dikeluarkan matahari yang bisa menyebabkan kanker kulit.

Anderson mengatakan RS yang terlibat dalam studi itu terus menggunakan robot-robot UVC, yang harganya sekitar 90.000 dolar per robot. [vm/ii]

Sumber: http://www.voaindonesia.com/a/robot-sinar-ultraviolet-berantas-bakteri-rs/3687115.html

Tak Hanya Mengawasi, Kopertis Dituntut Tingkatkan Pembinaan

0

Palembang- Dalam upaya peningkatan mutu Perguruan Tinggi di Indonesia khususnya Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi harus menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dengan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) agar target-target yang ingin dicapai pada tahun 2017 bisa terealisasi untuk menjadikan PTS yang berkualitas dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti, Patdono Suwignjo saat penutupan Rapat Koordinasi Koordinator dan Sekretaris Pelaksana Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia Wilayah I-XIV di Hotel Aryaduta, Palembang, Sabtu, (21/1).

“Tugas utama Kopertis seluruh Indonesia salah satunya meningkatkan Mutu PTS dilihat dari Akreditasinya baik itu prodinya maupun institusinya, target akreditasi di PTS tahun 2016 totalnya 39 dan yang dicapai 50, jadi saya mengapresiasi karena tugas kopertis lebih daripada yang diharapkan,” tutur Patdono dalam sambutannya.

Rapat yang digelar selama dua hari ini mengangkat tema “Peningkatan Tata Kelola Menuju Perguruan Tinggi yang Berkualitas” dihadiri juga Staff Ahli Bidang Akademik Kemenristekdikti, Paulina Pannen, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dan Seluruh Koordinator serta Sekretaris Pelaksana Kopertis seluruh Indonesia.

Patdono mengatakan bahwa pada tahun 2017 ini, akan banyak program prioritas yang akan menjadi tujuan utama Kemenristekdikti untuk menyempurnakan program-program tahun 2016 antara lain adalah revitalisasi LPTK, Pemberian Kewenangan Evaluasi Pendirian Prodi ke Kopertis/LL-Dikti, Pendampingan Akreditasi Institusi dari B ke A, World Class University dan Science and Techno Park serta Profesor yang diwajibkan publikasi intersional yang terindeks scopus.

“Target publikasi ditahun 2016 sekitar 6.900 publikasi, dan faktanya kita sudah melewati angka 10.000, sehingga ini capaian yang luar biasa dengan kebijakan baru bahwa profesor harus publikasi internasional yang terindeks scopus agar bisa bersaing dengan negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapura yang peringkatnya masih jauh diatas kita,” ujar Patdono di depan para Pimpinan Kopertis se-Indonesia.

Selain itu, Dirjen Patdono juga mengatakan Hibah PTS tahun 2017 ini akan diberikan kepada total 76 PTS yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan jumlah total Hibah PTS sebesar Rp. 50 Milyar.

Ketua Koordinator Kopertis Wilayah II, Slamet Widodo, menargetkan pada tahun ini Kopertis Wilayah II akan melakukan pembinaan pada PTS yang masih banyak memiliki Akreditasi C dari sisi institusinya dan prodinya.

“Sekarang masih didominasi akreditasi C, ada sekitar 60 persen. Saya menargetkan pada tahun ini, prodi-prodi PTS di lingkungan Kopertis wilayah II tidak boleh ada lagi yang Akreditasinya C, dengan melakukan pendampingan melalui kegiatan seperti seminar dan workshop,” tegas Widodo.

Diakhir sambutannya, Dirjen Patdono meminta kepada para Koordinator Kopertis untuk lebih meningkatkan pembinaan terhadap PTS di wilayahnya masing-masing. Karena menurutnya, tanggung jawab Kopertis itu tidak hanya melakukan pengawasan saja tetapi juga ikut membina PTS di wilayahnya agar lebih baik lagi.

“Harapan kami di 2017 ini Kopertis harus terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap PTS di wilayah masing-masing dengan sebaik mungkin. Contoh yang harus dipersiapkan terkait hal itu antara lain Menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk menjalankan tugas evaluasi usulan pendirian prodi, yang menyangkut: SDM Kopertis, Sistem, instrumen, evaluator, Kopertis harus berani dan proaktif dalam mencegah/menyelesaikan konflik di PTS, Melakukan pendampingan peningkatan akreditasi prodi dan institusi, Meningkatkan jumlah publikasi PTS, serta harus melakukan sosialisasi dan menerapkan Penomoran Ijazah Nasional (PIN)”, tuturnya. (DZI)

Sumber:http://ristekdikti.go.id/tak-hanya-mengawasi-kopertis-dituntut-tingkatkan-pembinaan/

Kini Fasilitas Kesehatan Indonesia Hampir Setara Luar Negeri

0
Ilustrasi kesehatan atau dokter. (Pixabay)

Kedokteran dan teknologi di Indonesia sudah mengalami kemajuan pesat.

VIVA.co.id – Mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa pengobatan paling baik masih belum dimiliki oleh lembaga kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, tidak sedikit mereka yang lebih memilih untuk memeriksakan kesehatan atau melakukan perawatan di luar negeri.

Padahal menurut dr. Yanwar Hadiyanto, MARS selaku CEO Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Group mengatakan bahwa ilmu kedokteran dan teknologi di Indonesia sudah mengalami kemajuan pesat. Banyak teknologi terbaru yang mulai di adopsi oleh rumah sakit Indonesia.

“Kami secara agresif mengadopsi teknologi terbaru untuk meningkatkan pelayanan pada pasien. Dapat dikatakan apa yang ada di negara lain juga ada di sini,” kata dr. Yanwar saat diskusi mengenai Inovasi Teknologi Medis dari Masa ke Masa di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Beberapa dokter dari RSPI juga turut memaparkan segelintir perkembangan teknologi yang digunakan saat ini. Misalnya penyempurnaan CT-Scan dengan kehadiran MRI 3 Tesla Skyra yang dapat memberikan citraan organ tubuh hingga pembuluh darah kapiler yang ukurannya sangat kecil.

“Hasil citraan utuh tidak lagi didapat dalam hitungan menit. Dalam 1,5 detik kita sudah bisa dapat citraan utuh,” kata Dr. Med. Luqman Adji Saptogiono, Sp. Rad(K), Sp. KN, Spesialis Radiologi Kedokteran Nuklir RSPI saat ditemui di kesempatan yang sama.

Kemajuan dalam bidang kandungan misalnya para dokter sudah melihat kemungkinan risiko kelainan pada janin bahkan dari usia kandungan 10 minggu dan melihat bentuk janin yang masih muda dengan sangat mendetil menggunakan Ultrasonografi (USG) 4 dimensi dan dukungan teknologi High Defenition (HD).

“Bila kelainan ini sudah diketahui dari awal dokter bisa mengambil tindakan untuk mengoreksi kelainan tersebut,” ujar dr. Azen Salim, Sp. OG – KFM, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fetomaternal RSPI.

Dengan semakin meningkatnya kualitas pelayanan, ia berharap masyarakat memberikan kepercayaan pada penyedia layanan kesehatan lokal. “Kami mengharapkan bahwa masyarakat bisa menambah kepercayaan pada pemberi layanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

 

Lowongan Kerja RS. Metta Medika

0

Lampiran Silahkan Klik Disini

Lowongan Dosen Universitas Sari Mutiara Indonesia

0

KUALIFIKASI UMUM

  • Laki-laki atau perempuan
  • Pendidikan minimum S3
  • Usia maksimal 45 tahun
  • Menguasai bahasa Inggris
  • Berkelakuan baik serta sehat secara jasmani dan rohani

FORMASI

  • Dosen Pascasarjana

Lamaran lengkap dikirim ke info@sari-mutiara.ac.id dengan melampirkan :

  1. Surat Lamaran
  2. Daftar riwayat hidup
  3. Fotocopy KTP
  4. Fotocopy Ijazah dan Transkrip S1 dilegalisir
  5. Fotocopy Ijazah dan Transkrip S2 dilegalisir
  6. Fotocopy Ijazah dan Transkrip S3 dilegalisir
  7. Sertifikat

 

Batas akhir berkas dikirim melalui email atau diantar langsung tanggal 7 Mei 2015, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Jl. Kapten Muslim No.79 Medan Helvetia  20123, Telp. (061) – 8476769/8466079, Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi ke Idawati : 081263168121

LOWONGAN DOSEN UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

0

KUALIFIKASI UMUM

  • Laki-laki atau perempuan
  • Pendidikan minimum S2
  • Usia maksimal 40 tahun
  • Menguasai bahasa Inggris
  • Berkelakuan baik serta sehat secara jasmani dan rohani

FORMASI

  • Dosen Statistik
  • Dosen PGSD
  • Dosen PG-PAUD

Lamaran lengkap dikirim ke info@sari-mutiara.ac.id dengan melampirkan :

  1. Surat Lamaran
  2. Daftar riwayat hidup
  3. Fotocopy KTP
  4. Fotocopy Ijazah dan Transkrip S1 dilegalisir
  5. Fotocopy Ijazah dan Transkrip S2 dilegalisir
  6. Sertifikat

 

Batas akhir berkas dikirim melalui email atau diantar langsung tanggal 7 Mei 2013, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Jl. Kapten Muslim No.79 Medan Helvetia  20123, Telp. (061) – 8476769/8466079, Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi ke Idawati : 081263168121

LOWONGAN PENERIMAAN DOSEN TETAP UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

0

KUALIFIKASI UMUM

  • Laki-laki atau perempuan
  • Pendidikan minimum S2
  • Usia maksimal 40 tahun
  • Menguasai bahasa Inggris
  • Berkelakuan baik serta sehat secara jasmani dan rohani

FORMASI

  1. Dosen Psikologi
  2. Dosen Manajemen
  3. Dosen Akuntansi
  4. Dosen Komunikasi
  5. Dosen Ilmu Perpustakaan
  6. Dosen Hukum
  7. Dosen Ilmu Kimia
  8. Dosen Sistem Informasi
  9. Dosen Statistik
  10. Dosen Ilmu Farmasi

 Lamaran lengkap dikirim ke info@sari-mutiara.ac.id dengan melampirkan :

  1. Surat Lamaran
  2. Daftar riwayat hidup
  3. Fotocopy KTP
  4. Fotocopy Ijazah dan Transkrip S1 dilegalisir
  5. Fotocopy Ijazah dan Transkrip S2 dilegalisir
  6. Sertifikat

Batas akhir berkas dikirim melalui email atau diantar langsung tanggal 22 Februari 2013, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Jl. Kapten Muslim No.79 Medan Helvetia  20123, Telp. (061) – 8476769/8466079, Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi ke Idawati : 081263168121

- Advertisement -