Illness asian boy lying on sickbed in hospital with infusion pump intravenous IV drip. Shallow depth of field, IV machine in focus, child out of focus. Health care and medical concept. Vintage style.

Jakarta, CNN Indonesia — ​Kesehatan anak usia sekolah menjadi tanggung jawab semua pihak, baik orang tua, guru maupun perawat sebagai pemberi layanan kesehatan. Hal ini sesuai dengan Undang–Undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 pasal 79, yang menyebutkan bahwa kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Orang tua dan guru adalah sosok pendamping saat anak melakukan aktivitas setiap hari. Peranan mereka sangat menentukan kualitas kehidupan anak, sehingga sangat penting bagi orang tua dan guru untuk mengetahui dan memahami permasalahan dan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah sejak dini.

Deteksi dini terhadap anak usia sekolah adalah hal yang penting agar dapat mencegah ataupun mengurangi komplikasi atau permasalahan yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang. Pemantauan kesehatan anak usia sekolah di Indonesia dapat dikatakan masih cukup terbatas oleh petugas kesehatan masyarakat (Puskesmas) melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Program UKS yang terkenal dengan TRIAS UKS dilakukan bersama-sama dengan masyarakat sekolah untuk memantau kesehatan anak dan lingkungan sekolah. Sayangnya, kegiatan ini masih sangat minim pelaporannya terhadap orang tua sebagai orang yang memiliki peran utama dalam memantau tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan pengembangan inovasi tekhnologi kesehatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa magister Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia Indonesia, Ns. Abdurrasyid dan kawan-kawan melakukan suatu terobosan inovasi berupa purwarupa aplikasi yang bernama E-Rakesi (elektronik – rapor kesehatan siswa).

E-Rakesi merupakan aplikasi elektronik sebagai media untuk menghubungkan antara pemberi layanan kesehatan, guru, serta orang tua untuk memberikan informasi, pemantauan, dan laporan evaluasi terhadap anak sekolah di Indonesia.

E-Rakesi dapat dijadikan terobosan teknologi dalam membantu kinerja tim UKS sehingga peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan pada anak sekolah di seluruh wilayah Indonesia dapat tercatat dan terpantau dengan baik oleh orang tua dan berbagai instansi laninnya.

E-Rakesi masih perlu pengembangan agar petugas kesehatan, guru, dan orang tua dapat bersama-sama melakukan peningkatan status anak usia sekolah sebagai calon sumber daya manusia agar dapat tumbuh sehat sesuai harapan pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia. (ded/ded)

Sumber:https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20180122122110-445-270648/teknologi-yang-membantu-program-uks-di-sekolah

LEAVE A REPLY